Abstract
Pandemi memberikan pengaruh signifikan terhadap penambahan pengguna media sosial Fenomena ini bisa diartikan satu individu memiliki lebih dari satu akun media sosial. Instagram merupakan sebagai salah satu media sosial yang digunakan untuk membagikan informasi pribadi, dengan berbagai fitur yang dimilikinya. Informasi pribadi yang dibagikan memiliki keterkaitan dengan proses keterbukaan diri di media sosial yang memiliki resiko tersebarnya informasi yang diunggah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang berfokus pada pemaknaan partisipan atas pengalaman hidup agar dapat menggambarkan pengalaman tersebut secara mendalam. Pengalaman yang dikaji adalah Keterbukaan diri Generasi Z di sosial media. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa seluruh partisipan mempunyai akun media sosial lebih dari satu karena sebagai kewajiban dan keharusan dalam menggunakan media sosial. Hal tersebut karena terdapat kaitan antara keterbukaan diri dan informasi privat yang dibagikan di media sosial. Terdapat tujuh tema temuan dalam penelitian ini (1) awal mula second account, (2) media sosial cerminan diri, (3) arti alay, (4) Bebas namun memiliki rambu posting, (5) Pembatasan Posting, (6) lingkup pertemanan dan (7) Sadar jejak digital sebagai branding diri